Jumat, 20 November 2015

Honda Bikers Day (HBD) 2015 (Tulisan Seorang Awam dan Curhatan Pengguna Jalan yang Berusaha Menjadi Safety Rider)

Assalamualaikum kalian.. bagaimana kabarnya? pasti sudah tau dong saya mau membahas apa di halaman ini? Yups, sesuai gambar di atas saya akan membahas tentang perhelatan akbar suatu komunitas yang cukup lumayan besar di Indonesia. Ya, Honda Bikers Day tahun ini diadakan di Pacitan Jawa Timur yakin lah, pasti banyak yang tau kok dimana walaupun tau nya cuman "itu tuh kampung halamannya Pak SBY tercinta" hehehe. Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya dapet info dan Mas D ngebet sekali pengen ikutan ini acara. Agak kecewa sih, kalau beliau ikut pastinya bawa motor supra kesayangannya dan otomatis saya pun gak bisa ikut (bukan karena apa, ini karena umur kesayangan yang udah uzur :D) *ini antara jealous dan iri sih* dan kebetulan juga minggu2 ini pun jadwal saya buat pindahan kost, masak iya saya angkat2 sendiri tanpa bantuan beliau?. Mungkin Allah mendengar curhatan saya, dan dikirimlah bantuan berupa surat tugas untuk Mas D dimana beliau harus kerja pas hari Minggu (ini waktu pas acara HBD ini diadakan gaes) otomatis beliau pun mengurungkan niatnya untuk mengikuti acara ini. Oke, Back to the topic :D For your information sebelumnya acara ini direncanakan di berbagai kota seperti salah satu kota di Kalimantan gak jelas dimana sih, lalu ada juga rencana di Semarang Jawa tengah ada lagi juga rumornya mau di adakan di Banyuwangi *seneng nih sebagai laros (Lare Osing sebutan untuk suku Banyuwangi)* dan pada akhirnya event ini di putuskan akan di adakan di Pantai Teleng Ria Pacitan Jawa Timur Pada Hari ini Sabtu-Minggu tgl 21-22 November 2015. Berdasarkan cerita2 yang pernah saya dengar, memang event-event seperti ini serunya gak ketulungan gaes. Selain kita have fun kita juga dapat teman yang lebih banyak dari acara2 kayak gini.

Oke, kenapa saya membicarakan ini padahal saya gak ada pinter2nya dalam dunia otomotif dan pe "rider-rider"an itu tapi saya cukup tertarik dengan hal ini dan sebagai sesama pengguna jalan saya akan membagi pengalaman saya dimana kita (saya, pengguna jalan lain dan para rider .red) berkendara pada satu jalan yang sama dan otomatis kita juga harus berbagi serta berhati-hati dalam berkendara. Jadi ceritnya pagi tadi seperti biasa saya berangkat kerja pada sekitar jam setengah 7 pagi dan ternyata para rider HBD dari luar kota pun sudah memasuki kota ponorogo. Yang saya sayangkan kenapa harus ada para rider yang tidak menghargai sesama pengguna jalan lain? kenapa harus kalian memepet jalan di tengah dengah tongkat yang ada lampunya saya nggak tau namanya apa sehingga pengguna jalan dari arah lawan merasa.... bukan terganggu tapi cukup khawatir apakah kita aman melewati jalan ini dengan etiket pengendara lain yang seperti itu. Well, saya cukup memaklumi hal seperti itu tapi ternyata masih ada beberapa hal ganjil dimana para rider ini cukup mengganggu pengguna jalan lain seperti traffic cone yang tergeletak tidak pada posisi seharusnya di tengah jalan karena tendangan dari salah satu rider dari komunitas tersebut, selang beberapa meter saya mengendarai motor ternyata ada suatu kecelakaan dimana kecelakaan ini melibatkan salah satu siswa sekolah dan rider juga. Ya, pada saat itu memang jalanan lagi rame2nya. Seperti bilang di atas kan memang kejadian terjadi pas jam2nya anak2 sekolah dan orang2 bekerja berangkat menuju sekolah/kantor masing2. di dalam hati saya langsung bilang gini "iki dalan opo tek e mbah mu dewe? kok sak penake udele lek mlaku?!" nggak mau saya translate in mungkin kalian sebagian besar udah tau kan artinya? :p

Memang saya sebagai orang awam, saya akan mengatakan kegiatan seperti ini harusnya ada pendampingan lebih2 ada pengawasan dan pengamanan dimana kita sebagai sesama pengguna jalan sama2 merasa aman dan nyaman dalam berkendara. Oya, tadi malam saya juga sempat bertanya sama Mas D apa memang orang2 "touring itu harus bawa tongkat yang ada lampunya, pake rompi ijo nyala kayak punya security dan apa harus kita memprioritaskan jalan hanya bagi pengendara touring aja? ya jelas dong, jawabannya pasti enggak. Semua yang saya sebutkan itu hanya hak bagi orang2 yang berwenang seperti aparat pemerintahan dan sebagainya. Terlepas dari itu, saya juga sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai hal positif dimana silaturahmi semakin luas, pengalaman semakin bertambah dan berkurangnya butiran2 stress yang ada di keseharian kita. Well, Semoga acara ini berjalan lancar tanpa kendala aamiin dan yang pastinya kalian menjadi satu keluarga yang solid! dan satu lagi semoga Kesuksesan acara Honda Bikers Day 2015 ini lebih sukses dari acara tahun lalu yang sempat di adakan di Pantai Pandawa, Bali. ^.^
Ini Sneak Peak dari acara Honda Bikers Day Tahun lalu yang diadakan di Pantai Pandawa Bali. Seems like they had fun yes gaess? :D
Nah, sebelum tulisan saya selesai, saya punya beberapa tips untuk kalian yang mau berkendara atau ikutan acara2 kayak gini. Ini dia :
 



Keep Safety Riding yess gaes!!! Salam Rider :)

Senin, 26 Oktober 2015

"SAVOUR Coffee & Co."

Assalamualaikum.. sudah lama gak nulis blog ini, terakhir diliat ternyata tahun 2012 lalu. masih unyu2nya, masih bau kencur, masih suka dengan hal2 yang kekanak2an dan gak terkendali *ini saya ngomong apa ya?. Well, kenapa saya kembali memutuskan untuk mengisi blog ini? jadi awalnya, saya dan Mas D emg suka cari tempat2 nongkrong yang asik ato paling nggak tempat makan yg enak, murah tapi tmpat gak murahan hehe. Sebelumnya, maaf kalau tulisannya jelek atau gak gampang dimengerti karena emg sbenernya gak bgitu bakat sih. tapi ada temen yang bilang, pengalaman lebih baik ditulis atau di abadikan daripada hilang begitu saja layaknya ilmu "Qoyyidul 'ilma bil-kitabi". Oke, jadi disini saya mau review tentang kafe baru yang ada d timur perempatan Tambak Bayan Ponorogo *maaf karena pendatang saya gak tau nama jalannya* namanya SAVOUR COFFEE & CO. Diliat dari covernya sih, ini kafe keliatan cozy dan kekinian kalo kata anak jaman sekarang. Tempat duduk nya banyak yang lucu dan kreatif, mungkin si pemilik pengen sesuatu yang berbeda dari kafe biasanya. jadi tempat duduknya ada yang dari katrol sumur pas jaman kita kecil main di rumah nenek yang masih pake sumur manual gitu, ada meja yang pake bekas mesin jahit, dan tempat duduk ala2 cowboy  yang menghadap ke jendela dengan kaki kursi yang tinggi.

Well, ini dia penampakan2nya.

jadi kalau kita masuk langsung buka pintu yang ala "cowboy" itu dan disuguhi pemandangan yang lumayan comfortable.
ada lagi nih penampakan lainnya.
Owner nya cantik banget, bikin deg2an juga walopun saya nya juga cewek :D ada daftar menu dengan harga nya sekalian. desain interior yang artistik banget dan gambar yang jempol. Desain kursinya "cute" juga kan?

Bisa diliat kalo modal ini kafe cukup lumayan banyak dengan berbagai interior yang bagus dan kreatif.

Ini nih, desain lampu yang "eye catching" dan kreatif. cahanya redup tapi bikin adem :D
Oke, udah ngomongin tempatnya kita ngomongin MEEEENNNYUUUUU~~. Jadi saya dan Mas D pesen minum green tea latte ice ato apa agak lupa pokonya ada green tea nya sama Grape frape. Hmm, kalo Grape frape nya gak jauh beda sama pop ice anggur gitu y rasanya tapi ttep seger kok. Terus Green tea nya lumayan, recommended juga sih dengan harga 14K yg lmayan ringan d kantong. dan buat makan, karena kita gak begitu laper jadi cuma pesen kentang goreng ato bahasa bule nya French Fries  sama pasta Aglio Olio. mari diliat dulu pesenan kita. yuk marii~~

Tempat nya lumayan kreatif ya? bisa buat menghemat pirign juga kan?
 
Nah, Ini dia Aglio Olio ala "Savour" kalo menurut saya pribadi sih pasta rare  ato belum begitu matang, mungkin butuh 2-3 menit lagi buat masaknya. bumbunya bisa dibilang sih maf, sambal bawang trus d campur sama pastanya. untuk ukuran harga 19-20k dengan daging asap beberapa lembar lumayan terjangkau kok, tapi sayangnya mungkin gak cocok di lidah saya. tapi overall masih bisa dimakan kok ;)

Dan akhirnya saya gak sanggup abisin pastanya tapi kalo buat kentang gorengnya lumayan kok bisa saya lahap abis :D
Well, sekilas review saya dengan kafe yang baru dibuka di kota atau lebih tepatnya kabupaten yang saya tinggali untuk kurang lbih 5 tahun ini. Maaf jika ada kata atau bahkan kalimat yang berbau "provoke" But, i try to commented it as a costumer who hope a better service for every place I think. See you on next post reader ;) Assalamualaikum~~

Selasa, 27 Maret 2012

rewrite

Did you ever fall for someone you know you shouldn't ?
Try hard to fight your feelings, but you just couldn't ?
You fall deeper with each passing day
but try to hide "it" in every possible way

I can't set my hope too high
Because, every hello ends with a good bye
But the secret is still my own
And my love for you is still unknown

Sometimes tears can express feelings easier than words
Like a paper once it's crumpled
It can't be perfect again

The cruelest thing you can do to a person
Is pretend they mean more to you then they actually do
Don't be upset
Things will get better
It may be stormy now
But it can't rain forever

Don't make me wait just because you know I will.

Senin, 23 Januari 2012

SAYA DAN DUPLIKAT part I


Sebelumnya "GONG XI FAT CAI!" di tahun baru imlek ini semoga semua yang kalian harepin bisa jadi kenyataan. sya berharap apa ya? sya itu banyak harapan dan kemauan, jadi bakalan ndak ya terkabul ? wahaha. . . skip

GONG XI! GONG XI!
oke, sya hari ini mau sedikit cerita tentang sya dan duplikat sya (nda tau deh, siapa yang ngeduplikat atau yang diduplikatin). Alhamdulillah sya itu dari mulai dalam perut si ibuk sampe sekarang nda prnah yang namanya kesepian. Ada satu makhluk yang selalu setia disamping saya, namanya dwi rahmawati kalo saya dwi kurniasari. Dipikir - pikir emang rada beda nama kita berdua. Iyalah beda, satu dipagngil sari a.ka cai yang satu dipanggil dwi a.ka ncutd. Padahal temen2 kembar kita yang lain namanya ngga jauh2 amat dan itu sering banget bikin kita iri. Sya punya 7 pasang temen kembar dari SD ampe SMA (kuliah ini belum nemuin temen kembar euy). Sya sebutin nih yaa nama mereka dari temen SD ada riska - riski, temen SMP ada lela - leli, SMA ada yana - yani, piping - ninid, alfan - alfin, yono - yadi, rici - rico tuh kan ? lah kita? sari - dwi, mananya yang sama? Emak !! tapi saya bersyukur udah bisa ngerasain hidup dan lahir dari Rahim emak sya.  Nda tau kalo lahir dari Rahim tetangga gimana rasanya yak -,,-

cerita di mulai dari masa kecil kita. Seinget sya waktu kecil kita berdua rada akur (ngga kaya sekarang). Kebetulan dulu emak sya guru TK di komplek sekitaran rumah, si bapak guru SD. Jadi mereka ngga bisa ngejagain kita berdua full dari pagi. Dan jaman itu di daerah komplek rumah sya belom ada yang namanya anak kembar. Jadilah kita berdua dititipin ke tetangga, ngga tau knapa mereka rela dititipin makhluk kya kita berdua. Waktu dititipin, kita itu kaya barang ato lebih tepatnya mainan buat emak2 yang kelakuannya kaya anak TK dikasih boneka buat mainan rumah2an gitu. menurut cerita si emak sih kita juga kaya piala bergilir yang hampir satu RT ngenyobain buat jaga kita berdua. Misal hari ini sya dirawat sama si ibu A, lah si ncutd dititipin dirumah si ibu B begitu terus sampe kerumah ibu Z setiap harinya. Untung aja semuanya pada baik, kita mau apa aja pasti di beliin, knpa ngga minta mobil ato rumah ya waktu itu? Kesimpulannya kenapa kita berdua bisa akur waktu kecil, mungkin karena kita jarang bareng kali. Tapi ada satu perasaan sampe segini gede masih ada di antara kita berdua. Yaitu kalo kita barengan pasti ada aja yang bisa bikin kita bertengkar, tapi kalo udah pisah kangennya ngga ketulungan.
ALAY FACE -..-
Itu secuil cerita sya sama si duplikat waktu kecil. Insya Allah postingan ini mau saya bikin bagian2nya. Cape euy kalo sampe segede ini diceritain sekarang. Okay, HAPPY READING ALL! Hope you like it! See you on the next post, INGAT ini hanya catatan seorang autis yang hanya ingin mengeksplorasikan dirinya. saran dan kritik "comment"  BYE :*

Sabtu, 21 Januari 2012

BANNER


Malam ini gue pengen share, minta pendapat sih sebenernya, hehe :). Liat kan banner blog gue yang monoton dan ngga banget gitu. Gue pengen banget ganti banner blog tapi bingung mau kasih banner kaya gimana? pengen bisa bikin banner keren kaya blogger – blogger gokil si abang kribo @benakribo ato si abang mahasiswa abadi @shitlicious (ngarep). Meskipun mereka dikasih karunia fisik yang ngga terlalu sempurna (jujur euy! hehe), tapi menurut gue ide – ide yang keluar dari otak mereka itu amazing beudt (alay) banget. Blog mereka udah keliatan menarik dari awal buka ngeliat banner yang pada gokil kreatifnya gitu, apalagi lanjut baca isi blog mereka. Gue sih sekarang lagi rajin - rajinnya ngeliat blog si abang bena kribo banci kuis. Otaknya bisa ngehasilin duit ato barang - barang WOW ! itu jadi keuntungan dia banget. Nah kaya begini nih banner blog mereka.

punya si abang kribo @benakribo
kalo yang ini punya si abang @shitlicious


Asik banget kan? sori yah kalo tulisan gue nyebarin penyakit sindrom blog, bila sakit berlanjut hubungi dokter (www.benablog.com  atau www.shitlicious.com). Buat yang mungkin baca tulisan ini (ngarep ada yang baca) kasih ide dong, kira – kira banner gue di gimanain? hope you give me an idea :D

Senin, 16 Januari 2012

CONFUSED FINAL EXAM

Hari ini, hari pertama gue UAS semster 3. biasanya seorang mahasiswa pasti punya persiapan buat ujian, kan ? ada yang belajar dari jauh2 hari sebelum UAS, ngebut belajar semaleman, sampe yang paling parah nyatet segitu banyak materi buat bahan contekan besok. kalo gue sendiri sih udah niat mau belajar dari sabtu malem, biasa ga ada kata malming dalam kamus #selamamasihjomblo :p tapi setelah gue bongkar rak buku, baaru nyadar kalo mata kuliah buat besok ga ada bukunya. jadi, hari ini ada 2 matkul reading & islamic education kalo reading emang pembelajaran dosen dengan cara bagiin berlembar2 kertas da itu isinya cuma satu cerita -.-" kalo islamic education si dosen ngasih kita dengan pembelajara interaktif, dia pake power point  buat ngajar mahasiswanya. dan bodohnya gue, semua soft file materi yang dikasihin tu ada di flashdisk dan itupun dipinjem ama temen beda jurusan. pupuslah niat belajar gue yang menggebu-gebu ini.
Pagi ini, gue masuk kerja seperti biasa dengan segala pekerjaan yang bejibun naik turun antara lantai 1 dan lantai 2. ga ada kesempatan belajar sama sekali buat hari ini dan kartu ujian pun belum ada stempel pengesahan dari kantor TU. well, singkat cerita mata kuliah pertama yang diujikan reading, setelah gue baca syukur alhamdulillah kayaknya gue bisa ngerjainnya sendiri tanpa tengok kanan kiri depan belakang. soal cerita 3 lembar dengan 30 soal yang harus dijawab dengan jawaban yang panjang beud gue kira bisalah dengan waktu 90 menit. tapi, pada kenyataannya, waktu kurang dari 5 menit gue baru ngerjain soal yang ke 27. oke, mungkin ini rejeki gue buat ga nyelesain at least 3 soal lah. dan untuk mata kuliah kedua yaitu islamic education #jenggg!!! gue liat soal yang hanya 5 nomor di lembar soal yanggue da temen2 pegang masing2.  astaghfirullah !!! sepertinya saya tidak bisa mengerjakan soal2 ini, cuma berdoa, pasrah, dan tengok kanan kiri depan belakang aja aktifitas gue di mata kuliah ini. sambil main2in pulpen #coret2kertas yangkosong  ada pikiran yang lewat di otak gue "ini pelajaran islam pelajara agama gue sendiri kenapa gue harus tunggu jawaban dari orang lain?!" well, dengan pikiran itu  gue coba buka mata dan otak gue untuk berpikir gimana caranya gue bisa keluar dari kelas ini tapi enggak dengan lembar jawaban kosong. 2 nomor bisa gue jawab sendiri walaupun jawabannya "mengarang bebas" lewat lagi sesuatu di otak gue "walaupun ini pelajaran agama gue sendiri, tapi ini kan mata kuliah yang menjurus kepada pengetahuan islam secara teori yng akurat?!" jadi, dengan pikiran itu gue coba bisa ngandelin temen gue, yang biasa gue panggil "partner" dan minta jawaban ke dia. pengawas ujian pun bilang, ini mata kuliah yang seharusnya kalian bisa sendiri menjawabnya, ingat ALLAH SWT itu maha melihat ! he watching everytime and everywhere you're doing about!" oke, gue simpulin bahwa di mata kuliah kedua ini ujian gue berjalan dengan lancar, membingungkan, dan berhasil buat gue galau stadium 2.
see you on next post ya, INGAT ini hanya catatan seorang autis yang hanya ingin mengeksplorasikan dirinya. saran dan kritik "comment"

Sabtu, 14 Januari 2012

hanya tulisan seorang autis "pernikahan nasionalis"

well, ini cuma tulisan iseng gue jadi jangan dibaca terlalu serius ya ?
hari ini gue ada undangan pernikahan  temen sekantor, sebenernya dari semalem uda ga niat dateng juga sih karena gue mikirnya kita ga begitu deket. tapi, dipikir2 lagi apa salahnya dateng, toh bisa mempererat tali persaudaraan juga #ga tau darimana tuh tali bahkan keliatan pun juga enggak ._." 
ceritanya emang gue baru setahun di sini (ponorogo.red) sama sodara kembar gue panggil aja dia "caii" (orang yang ga pernah lepas dari cerita hidup gue) jadi kita belum tau benerseluk beluk jalan yang ada disini. pagi2 gue bangun cuma buat nyegerin badan doang, karena kalo gue bangun kesiangan badan gue rasanya remuk semua. abis bangun cuma jalan2 doang keliling kosan, abis itu nonton tv (gosip pagi #tontonanfaforitibuk2) jam uda nunjukin pkul 09.12 WIB caii bilang "ayolah kita dateng aja ke nikahannya mas wahyu, cepetan madi sana!" padahal undangan jam 10 tepat. tanpa pikir panjang gue langsung mandi aja, uda gitu liat isi lemari yang ada cuma kaos ama kemeja doang, gue putusin pake kemeja seenggaknya lebih sopan daripada kaos oblong. waktu berangkat ternyata undangan ketinggalan di kantor, jadi dengan ilmu insting kita ngelilingin daerah sekitar kota ponorogo cuma buat cari JL. BATORO KATONG pokoknya ada acara hajatan gue pelanin motor gue, dari hajatan pertama ada foto seorang cowok tapi yang difoto itu masih kecil, kita putusin bahwa ini hajatan sunat bukan pernikahan, ketemu lagi hajatan yang kedua kita parkir di tempat itu sambil ngintip si pengantin bener temen kita ato bukan,  tapi ternyata BUKAN !
sampe pada hajatan yang ketiga ini gue ga mau langsung parkir motor, gue jalan pelan2 dulu syukurlah ternyata disana ada orang yang kita kenal. masuklah kita ke acara tersebut dan gue gandengin temen kantor gue yang lagi hamil namanya mbak anik dia agak subur badannya dan putih kulitnya tetep nyenengin kalo diliat hehe dia bilang "nduk, ntar kalo keluar dari sini ambil pisang yang ada diluar itu biar kamu cepet nyusul" eh ! gue masih 19 tahun ini mbak perjalanan masih panjang ! dalam hati gue berkata gitu #plaak!!
setelah dipersilahkan masuk sama tuan rumah, kita cuma duduk dan liat prosesi pernikahan mas wahyu, dia itu guru PASKIBRAKA yang ada di ponorogo jadi dia pake acara diiring sama pengiring pengantin yang bejibun dan ternyata mereka muridnya dia. jadi mas wahyu sama istrinya itu dibalut sama bendera merah putih yang besar gitu sambil jalan dan ada tembak2annya juga, tapi tanpa ada peluru. gue salut aja sama pemuda yang punya rasa nasionalis yang tinggi. salut deh!

Selasa, 13 Desember 2011

WE JUST WALK IN THE MIDDLE OF RAIN


are you like me ?
are you desire me ?
are you want me ?

yeah !
i like you !
i desire you !
i want you !

but, is this the named of love ?
i think it just my dream who wish for impossible thing !

you're a cute guy
you're a nice guy
you're a good looking

its impossible to me to get you and stay with you in my life.

Jumat, 30 September 2011

"what girl wants"

last night, i thought about spending my time with a boy who i love.in the night i'll ask him to take us on the beach with his motorcycle, remove his helmet and i grab his hand prepare a beach mat. i ask him to laying his body on the ground and i'll use his arm for my pillow . counting the stars at the sky, take his sweet hand to swap my hair . finally, ask him to take me home and carry pickaback. is that what girl wants when she fall in love ?
from google image browser

Kamis, 10 Maret 2011

[Sinopsis] Dream High Episode 2


“Kumohon… Tolong selamatkan aku.” pinta Hye Mi seraya berlutut dihadapan Ha Myung.
Semua orang yang menonton menertawakan Hye Mi. Jin Kuk hanya diam.
“Aku harus diterima disini.” ujar Hye Mi.
“Kenapa?” tanya Ha Myung. “Melihat catatanmu, kau tidak akan punya masalah untuk masuk ke semua SMA.”
“Aku harus diterima disini.” ujar Hye Mi memohon. “Apa yang harus kulakukan? Jika kau tidak menyukai penampilanku, aku akan mengubahnya. Jika aku kurang sesuatu, aku akan bekerja lebih keras. Kumohon, tolong terima aku. Aku akan melakukan apapun.”
“Jangan memohon.” kata Ha Myung. “Itu lebih buruk dibandingkan sikap orang golongan tiga.”
Baek Hee tersenyum melecehkan.
“Aku tidak berlutut padamu!” kata Hye Mi angkuh seraya bangkit. “Aku hanya… hanya… hanya… hanya ingin melihat lubang hidungmu!”
Semua orang tertawa terbahak-bahak.

“Suatu saat nanti aku akan membuktikan padamu bahwa keputusanmu salah.” kata Hye Mi menantang.
“Tidak, aku yang akan membuktikan padamu…” ujar Baek Hee, balik menantang. “Bahwa keputusannya benar.”
Hye Mi menatap Ha Myung tajam.
“Kau menggelikan.” ujar Hye Mi pada Baek Hee, kemudian berjalan pergi.
Begitu Hye Mi keluar, Baek Hee langsung pingsan.
Bum Soo mengambil formulir aplikasi Hye Mi, hendak memusnahkannya.
“Tolong berikan itu padaku.” ujar Ha Myung.
Hye Mi keluar. Disana, ia melihat para anah buah Du Shik berjaga diluar. Tidak lama kemudian, Hye Sung mengirimkan sms.
“Aku diusir dari rumah.” kata Hye Sung dalam pesannya.
Di dalam ruang audisi, Baek Hee berusaha mengumpulkan kekuatannya.
“Aku terpilih karena memiliki kemampuan, bukan?” tanya Baek Hee ragu.
Ha Myung terdiam dan menatap bandulnya. “Kemarilah.” katanya.
Ha Myung menyerahkan bandul itu pada Baek Hee.
“Apa ini?” tanya Baek Hee.
“Kau tidak tahu tentang jimat dan lambang kualitas?” tanya Ha Myung. “Kau berusaha mengerti dengan cara yang baik.”
“Jadi, aku… bukan termasuk dalam orang dengan karakter buruk.” ujar Baek Hee dengan mata berkaca-kaca. “Terima kasih. Aku akan benar-benar serius dalam belajar. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.”
Baek Hee terus berterima kasih dan berjalan keluar ruangan sambil terus memegangi jimat Ha Myung.
Saat In Sung dipanggil, ia sedang buang air besar di WC.
“Cepat keluar!” kata Jin Kuk.
“Tidak bisa.” jawab In Sung. “Ini terus-menerus keluar.”
“Kau sangat memalukan.”
“Beri aku waktu 3.. tidak, 5 menit.” kata In Sung. “Aku akan keluar begitu selesai disini.”
Untuk mengulur waktu, Jin Kuk sengaja mencari keributan. Ia mengganggu peserta lain dengan menyodor-nyodorkan pel, kemudian menyemprotkan alat pemadam kebakaran.
Tanpa sengaja, Jin Kuk dikerjar-kejar sampai ke tempat audisi.
“Hey kau!” panggil Ha Myung. “Kalau ingin mengulur waktu, kenapa tidak menari saja?”
“Siapa kau?” tanya Jin Kuk.
“Menarilah.” perintah Ha Myung.
“Aku tanya, siapa kau?!” bentak Jin Kuk. Kelihatannya ia sangat tidak suka jika disuruh melakukan dance.
Ha Myung diam saja. Jin Kuk diseret keluar.
Jin Kuk berjalan pergi. Di suatu tempat, ia melihat seorang peserta, Jason, sedang menari. Ia melihat sejenak dengan ekspresi sedih, kemudian beranjak.
“Bisakah kau mengantarkanku pulang?” tanya Hye Mi ketika melihat Jin Kuk bersiap pergi dengan motornya. Saat itu Jin Kuk mengenakan helm, jadi Hye Mi tidak bisa melihatnya. “Asal aku bisa pergi dari sini, itu sudah bagus. Kumohon padamu.”
Jin Kuk menoleh. “Aku tidak bisa mendengarmu. Apa yang baru saja kau katakan?”
Hye Mi terlihat kesal mengetahui pria itu adalah Jin Kuk. “Aku tidak bilang apa-apa.”
“Kenapa kau tidak membiarkan aku menolongmu?” tanya Jin Kuk.
“Aku tidak bilang apa-apa.” kata Hye Mi penuh harga diri.
Jin Kuk mengendarai motornya. Ia melewati Du Shik yang sedang menunggu Hye Mi.
Jin Kuk masih ingat pada Du Shik.
Jin Kuk kembali menemui Hye Mi, kemudian menawarkan helm. “Ayo.” katanya.
Hye Mi memukul helm Jin Kuk. “Tidak.”
“Aku tidak akan mengajak dua kali.” ujar Jin Kuk.
Pada akhirnya Hye Mi menelan harga dirinya dan naik ke motor Jin Kuk. Jin Kuk tersenyum.
Hye Mi meraih syal Jin Kuk untuk berpegangan.
“Pegang pinggangku.” perintah Jin Kuk.
Mulanya Hye Mi menolak, tapi akhirnya memeluk pinggang Jin Kuk juga. Hehehe….
“Peserta No. 1298, Kim Pil Sook.” panggil juri.
Peserta tersebut masuk. Ia mengenakan kostum sushi.
“Apa kau ingin mengikuti audisi dengan kostum seperti ini?” tanya Bum Soo. “Apa kau tidak percaya diri? Fotomu juga kelihatan buram.
“Ya, sedikit.” jawab Pil Sook.
“Konstummu terlihat tidak pantas.” kata Shi Kyung Jin. “Lepaskan atau keluar saja.”
“Silahkan mulai bernyanyi.” kata Ha Myung pengertian.
Si sushi mulai menyanyi. Suaranya sangat merdu. Tapi Pil Sook punya masalah dengan rasa percaya dirinya.
Hye Mi memeluk pinggang Jin Kuk erat. Diam-diam, Hye Mi berusaha menahan tangisnya.
Jin Kuk mengajak Hye Mi ke pinggir danau.
Hye Mi berjalan menjauhi Jin Kuk.
“Hei!” panggil Jin Kuk, meraih lengan Hye Mi.
“Lepaskan aku.”
“Paling tidak kembalikan helmku sebelum kau pergi!” kata Jin Kuk.
“Lepaskan aku.” kata Hye Mi.
Jin Kuk melepas helm Hye Mi, dan terlihat Hye Mi menangis.
“Sangat memalukan.” gumam Hye Mi seraya berjalan menjauh perlahan.
Jin Kuk meraih tangan Hye Mi, kemudian memasangkan helm itu lagi di kepalanya dan pergi.
Si sushi alias Pil Sook selesai bernyanyi. Para juri terpana oleh suaranya yang merdu.
“Kau sudah selesai bernyanyi, silahkan buka kostummu.” ujar Kyung Jin.
“Aku memenuhi kualifikasi atau tidak?” tanya Pil Sook. “Tolong beritahu aku dulu sebelum kubuka kostumku.”
“Cepat buka kostummu!” bentak Kyung Jin emosi.
“Maafkan aku.” ujar Pil Sook. Akhirnya ia bersedia membuka kostumnya. Suara Pil Sook memang sangat merdu, tapi penampilannya tidak menjanjikan.
Ha Myung tersenyum.
“Kau sepertinya sangat mengagumi dia.” kata Bum Soo, melihat binar di mata Ha Myung.
“Ya.” jawab Ha Myung. “Kelihatannya kau tidak puas dengan penampilannya.”
“Mengeliminasi dia merupakan hal yang sangat disayangkan, tapi penampilannya sangat tidak menarik.” jawab Bum Soo.
“Lalu apa yang akan kita lakukan?” tanya Ha Myung. “Aku akan mengikuti keputusanmu.”
Bum Soo menunduk. Ha Myung tersenyum.
Mereka memutuskan untuk meloloskan Pil Sook.
Pil Sook keluar dari ruangan dengan gontai karena sangat terkejut dan senang.
“Aku berhasil, Oppa.” katanya seraya mencium foto Kim Hyun Joong.
Dan inilah para siswa yang lolos. (Dari kiri ke kanan) Kim Pil Sook, Jo In Sung, Yoon Baek Hee dan Jason.
Nasib Kang Oh Hyuk di Sekolah Seni Kirin sudah diujung tanduk. Ia akan segera di pecat.
Dari 100 orang siswa yang rencananya akan diterima oleh Sekolah Seni Kirin, mereka baru mendapatkan 97 siswa.
“Aku sudah memikirkan 3 nama lagi.” ujar Ha Myung. “Aku sudah menentukan 1 orang dan kini 2 nama sisanya muncul.”
“Siapa mereka?” tanya Bum Soo.
“Namanya Song Sam Dong.” jawab Ha Myung yakin. “Ia teman lamaku.”
Bum Soo tertawa kecil. “Song Sam Dong. Aku menjadi sangat ingin bertemu dengannya walau hanya mendengar namanya disebut.
“Sam Dong!” panggil seorang wanita. Ia adalah ibu Sam Dong.
Sam Dong, yang saat itu sedang menjahit buru-buru menyembunyikan jahitannya dan mematikan suara musiknya.
“Kudengar di desa akan diadakan kontes menyanyi, apa kau mau ikut?” tanya Ibu.
“Tentu saja tidak.” jawab Sam Dong. “Kau tahu aku tidak suka menyanyi.”
Ekspresi Ibu Sam Dong ragu mendengar jawaban Sam Dong, seperti tidak percaya.
“Aku yakin semuanya akan setuju dengan penerimaan khusus.” ujar Bum Soo. “Kita juga harus menemukan guru yang memang punya keinginan untuk mengajar.”
“Ini dia, guru yang punya keinginan untuk mengajar.” ujar Ha Myung, mempersilahkan seseorang masuk ke ruangan itu.
Oh Hyuk masuk.
Bum Soo hendak protes, namun Ha Myung tidak menggubrisnya.
Sampai malam, Du Shik masih saja berdiri di depan Kirin.
“Apa audisinya sudah selesai?” tanyanya pada anak buahnya.
“Ya, Direktur.”
“Apa mungkin Go Hye Mi melarikan diri karena tidak lolos?” tanya Du Shik lagi.
“Ya.” jawab anak buah Du Shik. Ia bercerita bahwa sebelumnya pernah melihat dua orang pergi dengan motor. Mungkin itu adalah Hye Mi.
Du Shik langsung memukuli kepala anak buahnya itu karena terlalu bodoh.
“4885!” seru anak buah Du Shik. “Itu nomor motornya!”
Hye Mi menuju rumahnya. Disana, ia menemukan adiknya sedang duduk diantara barang-barangnya yang sudah dibuang bagai rongsokan di pinggir jalan.
“Apa kau diterima?” tanya Hye Sung.
“Aku ditolak.” jawab Hye Mi. “Sekolah sampah itu menolakku!”
“Bukankah kau ikut audisi bersama Baek Hee?”
“Jangan sebut nama si bodoh itu!” seru Hye Mi kesal.
Di rumah, Baek Hee mencopot semua foto dan membuang semua barang-barangnya yang berhubungan dengan Hye Mi. Ia juga memotong rambutnya.
Hye Mi dan Hye Sung lontang-lantung di jalan. Hye Sung mengenakan helm Jin Kuk.
“Kemana kita akan pergi?” keluh Hye Sung setelah lama berjalan. “Apa kita akan pergi ke rumah Tuan Kang?”
“Apa kau gila? Kenapa kita harus mencari dia?” tanya Hye Mi emosi.
“Lalu kemana kita akan pergi? Kita tidak punya tempat tinggal.” kata Hye Sung. “Kita juga tidak punya uang.”
Hye Mi diam sejenak. “Ikuti saja aku.” katanya seraya menggandeng tangan adiknya itu.
Hye Mi mengajak Hye Sung ke tempat In Sung berlatih menari.
“Tempat apa ini?” tanya Hye Sung.
“Sssttt…” bisik Hye Mi menyuruh adiknya agar tidak berisik. “Disini adalah tempat para pencuri bersembunyi. Dibandingkan dengan di luar, disini lebih baik.”
Hye Mi berjalan dan masuk ke dalam mobil yang ada di tempat itu.
Mulanya Hye Sung protes dan mengajak Hye Mi ke tempat Tuan Kang, tapi Hye Mi menolak metah-mentah.
“Kenapa kau sangat membenci Tuan Kang?” gumam Hye Sung.
Di tempat lain, Jin Kuk terdiam. Ia teringat ketika melihat Jason menari. Entah karena insting atau keinginan dan kerinduan yang sangat kuat, Jin Kuk menjatuhkan tasnya dan mulai menari.
Jin Kuk mengendarai motornya ke tempat In Sung dkk berlatih menari. Ia memarkir motornya di luar kemudian masuk ke dalam.
Jin Kuk terkejut ketika melihat helmnya yang dipinjamkan pada Hye Mi berada disana. Ia lebih terkejut ketika melihat Hye Mi dan adiknya tertidur di dalam mobil. Tidak jauh dari tempat Hye Mi tidur, Jin Kuk melihat 5 botol kosong yoghurt .
Jin Kuk menjadi teringat akan masa kecilnya.
“Ini uangku! Kembalikan!” seru seorang anak laki-laki berebut 5 botol yoghurt dengan seorang anak perempuan.
“Aku juga membayar 500 won! Kembalikan!” seru si anak perempuan membalas.
Tidak ada satu pun dari mereka yang mau mengalah hingga akhirnya si anak perempuan menangis.
Karena tidak tega, si anak laki-laki terpaksa memberikan yoghurt itu pada si anak perempuan.
“Jin Kuk!” panggil seorang wanita.
Anak laki-laki (yang rupanya adalah Jin Kuk) bergegas bersembunyi. Si anak perempuan mengikuti.
“Apa yang kau lakukan?” tanya anak perempuan.
“Itu ibuku.” jawab Jin Kuk. “Jika aku ditemukan, aku akan dikirim ke rumah yatim piatu.”
Mendengar itu, si anak perempuan menangis lagi. “Apa yang akan kau lakukan?” tangisnya.
“Ingusmu keluar.” kata Jin Kuk.
“Ini bukan ingus. Ini air mata.”
Jin Kuk tersenyum. “Siapa namamu?” tanyanya.
“Go Hye Mi.” jawab anak perempuan itu.
Jin Kuk tersenyum tipis. “Kau… orang seperti apa kau sebenarnya?” gumam Jin Kuk.
Anak buah Du Shik menyebar selebaran untuk mempromosikan perusahaan kreditnya. Tanpa sengaja ia melihat plat nomor motor Jin Kuk. 4885.
Saat itu, Jin Kuk sedang pergi ke supermarket sementara Hye Mi dan Hye Sung akan beranjak pergi.
“Aku menemukanmu.” ujar Du Shik ketika melihat Hye Mi keluar.
Anak buah Du Shik langsung menculik Hye Mi.
“Kakak!” teriak Hye Sung, melihat kakaknya diseret paksa. “Kakak!”
Tapi mobil Du Shik melaju pergi.
Dengan cerdik, Hye Sung menghapal plat nomor mobil Du Shik.
Dalam perjalanan pulang dari supermarket, tanpa sengaja Jin Kuk melihat Hye Mi meronta-ronta melepaskan diri di dalam mobil Du Shik. Jin Kuk hendak mengejar, tapi mobil itu sudah lenyap.
“Lepaskan aku!” teriak Hye Mi.
“Tenang.” perintah Du Shik. “Aku juga akan membawa adikmu bersamamu.”
Mendengar itu, Hye Mi langsung diam.
Du Shik membawa Hye Mi ke klab malam dan menyuruhnya menyanyi, tapi Hye Mi diam saja.
“Sampai aku mati, aku tidak akan menyanyi.” kata Hye Mi.
Du Shik memanggil putranya agar datang.
Seorang pria gemuk kemudian datang dan mendekati Hye Mi. Hye Mi ketakutan. Ia melepas sepatunya kemudian memukul kepala anak Du Shik dengan hak sepatu.
Hye Mi melompat dari panggung dan lari. Namun akhirnya tertangkap juga. Usahanya sia-sia.
“Aku akan memanggil polisi!” ancam Hye Mi.
“Silahkan saja.” tantang Du Shik. “Tapi ingat, adik dan ayahmu ada ditanganku. Siapa suruh kau tidak lolos audisi? Jika kau lolos, keadaannya tidak akan seperti ini.”
Mendadak pintu klab terbuka dan Oh Hyuk masuk ke dalam.
“Lepaskan dia!” ujar Oh Hyuk. “Dia adalah siswa Sekolah Seni Kirin! Aku adalah guru Sekolah Seni Kirin, Kang Oh Hyuk.” Oh Hyuk menunjukkan identitasnya.
Tidak lama kemudian, Hye Sung datang dengan terbatuk-batuk.
Du Shik mengatakan bahwa Direktur Ha Myung telah menerima Hye Mi.
“Aku sudah mencari di internet.” kata Du Shik, berbincang dengan Hye Mi dan Oh Hyuk. “Semua muridmu berakhir mengenaskan dan gagal, jika Hye Mi ikut denganmu, aku takut ia akan mengalami nasib serupa.”
“Kupastikan Hye Mi tidak akan mengalami nasib seperti itu.” kata Oh Hyuk terbata-bata, mencoba berani.
Akhirnya Du Shik melepaskan Hye Mi.
“Aku dengar dari adikmu bahwa kau tidak punya tempat lagi untuk tinggal.” kata Oh Hyuk. “Naiklah ke dalam mobil dan tinggallah di rumahku.”
“Aku menjadi seperti ini karena uang.” kata Hye Mi. “Aku berniat masuk ke sekolah itu, semua karena uang. Tidak ada alasan lain. Kuharap kau benar-benar sudah siap.”
Oh Hyuk mengendarai mobilnya pergi. Pada saat yang bersamaan, Jin Kuk tiba di tempat itu untuk menyelamatkan Hye Mi.
Sesampainya di rumah Oh Hyuk, kakak Oh Hyuk langsung marah-marah dan histeris. Untuk hidup sendiri saja susah, apalagi menghidupi Hye Mi dan Hye Sung juga.
“Aku harus menjaga Hye Mi!” kata Oh Hyuk, menjelaskan pada kakaknya di dalam kamar. “Jika tidak, aku akan menjadi pengangguran! Aku dipecat dari Kirin, tapi Direktur memberiku kesempatan karena Hye Mi. Jika aku bisa membawa Hye Mi, maka aku tidak akan dipecat!”
Tanpa mereka sadari, Hye Mi mendengar pembicaraan mereka dari luar kamar.
Perjanjian antara Oh Hyuk dengan Ha Myung adalah untuk membawa Hye Mi dan dua orang murid lagi ke Sekolah Kirin sebelum tahun ajaran baru dimulai. Jika tidak, maka Oh Hyuk akan dipecat.
Hye Mi mencari berkas milik Oh Hyuk mengenai siswa tersebut. “Song Sam Dong.” gumam Hye Mi, membaca nama di berkas tersebut. Orang yang kedua adalah Hyun Shi Hyeok alias Jin Kuk.
Jin Kuk mengendap-endap masuk ke dalam bangunan milik Du Shik, namun sayang ia dilihat oleh anak buah Du Shik dan terkepung. Du Shik melompat kemudian mendorong anak buah Du Shik hingga terjatuh.
“Go Hye Mi, dimana kau?” panggil Du Shik.
Du Shik datang dengan membawa banyak anak buah. Jin Kuk terpojok.
“Aku melihatmu menculik Hye Mi.” ancam Jin Kuk. “Lepaskan dia atau kutelepon polisi.”
“Jadi kau kemari untuk menyelamatkan Hye Mi.” kata Du Shik tertawa. Ia mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Hye Mi. “Hye Mi, kau sudah di rumah?”
“Ada yang ingin kau katakan lagi?” terdengar suara Hye Mi.
Du Shik menutup telepon, lalu memerintahkan anak buahnya menghabisi Jin Kuk.
Perkelahian berat sebelah terjadi. Jin Kuk terjatuh kesakitan setelah dipukul.
Di Kirin, para murid yang lolos saling berkenalan.
Mereka datang ke ruangan Shi Kyung Jin. Ketika murid-murid sampai disana, Kyung Jin menyebar 1000 paku payung ke lantai.
“Lima menit dari sekarang, latihan menari akan dimulai.” Kyung Jin tersenyum. “Dengan kaki telanjang.”
Murid-murid melongo.
“Jika dalam waktu lima menit kalian tidak bisa mengumpulkan keseribu paku payung, aku takut kaki kalian tidak akan bertahan. Akan dimulai dari… sekarang!”
Anak-anak melepas sepatu mereka dan mulai mengumpulkan paku payung secepat mungkin.
Akhirnya mereka berhasil mengumpulkan semua paku payung.
“Bagus.” kata Kyung Jin. “Kelasku akan lebih berat dari itu.”
Bum Soo sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk tahun ajaran baru.
Seorang wanita hamil membawakan satu berkas dan menyerahkannya pada Bum Soo.
“Direktur sudah memilih orang untuk menggantikanku.” kata wanita itu. “Seseorang dengan latar belakang berbahasa inggris.”
Bum Soo melihat berkas tersebut. “Dari tampangnya, aku merasakan firasat buruk.” gumamnya.
Diatas ini adalah gambar guru baru tersebut. Ia bernama Yang Jin Man, seorang pemain musik. Seorang pria yang temperamental, apalagi jika menyangkut kekasihnya Su In.
Ia berumur 36 tahun dan punya pengalaman mengajar selama 1 tahun. Berusaha menjual keyboardnya demi menikahi Su In.
Bum Soo beranggapan bahwa Ha Myung selalu memilih guru yang salah dan tidak memiliki kualifikasi sama sekali untuk mengajar di Kirin. Ia tidak bisa tinggal diam. Ia harus menarik satu per satu guru agar berdiri di pihaknya.
Malam itu, Hye Mi tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk pergi mencari Sam Dong.
Ketika sedang berjalan di Dambong, sebuah desa kecil tempat Sam Dong tinggal, ia melihat arak-arakan ramai. Hye Mi tersenyum. “Kurasa aku menemukannya.”
Hari itu akan diadakan kompetisi menyanyi. Sam Dong termasuk salah satu pesertanya.
“Sam Dong!” panggil seseorang. “Katamu ibumu tidak datang menonton!”
“Memang tidak.” jawab Sam Dong.
“Tapi aku melihatnya ada di bangku menonton bersama ibuku.” kata teman Sam Dong cemas.
“Apa katamu?!”
Sam Dong menjadi panik. Ia berjalan keluar dengan terburu-buru.
Tanpa sengaja Sam Dong bertabrakan dengan Hye Mi. Ponsel Hye Mi terjatuh dan hancur.
“Maafkan aku.” ujar Sam Dong menyesal, memungut ponsel Hye Mi.
“Tidak apa-apa.” jawab Hye Mi seraya bangkit dan berjalan pergi.
Sam Dong melongo dan kelihatan terpesona melihat Hye Mi. Ia terus-menerus memandang Hye Mi tanpa berkedip.
Di sisi lain, Oh Hyuk berusaha mencari Jin Kuk. Ia bertanya pada In Sung dimana Jin Kuk tinggal, kemudian bergegas pergi.
Oh Hyuk mencari Jin Kuk di tempat In Sung berlatih menari.
Disana, Oh Hyuk menemukan Jin Kuk terkapar penuh darah.
Ha Myung datang langsung ke rumah Yang Jin Man untuk mengajaknya bergabung menjadi guru Bahasa Inggris di Kirin.
“Kau salah orang.” kata Jin Man, mulai buka mulut untuk menolak permintaan Ha Myung.
Ha Myung berkeliling melihat kamar Jin Man, kemudian meraih satu disc hitam kuno. Jin Man mulai menyambut hangat Ha Myung karena Ha Myung tahu mengenai disc tersebut.
“Banyak orang yang tidak mengetahui album ini.” kata Jin Man antusias.
Ha Myung menyerahkan kartu namanya pada Jin Man. Direktur Sekolah Seni Kirin.
Jin Man terdiam. “Tidak mungkin.” gumamnya. “Direktur?”
Hye Mi duduk di bangku penonton, menunggu kedatangan orang yang bernama Sam Dong itu.
Setelah beberapa peserta tampil, akhirnya Sam Dong muncul.
“Namaku Song Sam Dong.” kata Sam Dong memperkenalkan diri dihadapan penonton.
Hye Mi terkejut. “Dia Song Sam Dong?” gumamnya.
MC menanyakan apa alasan Sam Dong mengikuti kontes itu.
Sam Dong bingung menjawabnya. Ia melihat ibunya, kemudian terbesit jawaban itu. “Aku ingin ibuku tidur nyenyak. Ia takut aku menjadi perjaka tua.”
“Jadi intinya, kau ingin mengumumkan pernikahanmu.” kata MC.
Sam Dong tertawa. Para penonton ikut tertawa.
Tanpa sengaja Sam Dong melihat Hye Mi. Lagi-lagi ia melongo karena terpesona.
“Disini banyak sekali wanita cantik.” kata MC. “Bawalah satu yang kau suka dan gandeng tangannya ke atas panggung.”
“Sekarang juga?” tanya Sam Dong.
Seluruh penonton bersorak dan bertepuk tangan.
Sam Dong menatap Hye Mi lagi. Hye Mi bingung.
Sam Dong ragu sejenak, kemudian memberanikan diri untuk maju mendekati Hye Mi.
“Bukankah ini sangat menarik? Tidak sengaja menabrak seseorang kelihatan seperti aliran listrik. Sangat tidak disangka.”
“Aku minta maaf karena ini adalah pertemuan pertama kita.” ujar Sam Dong. “Ikutlah bersamaku.” Ia menggandeng tangan Hye Mi dan menariknya ke panggung.
Hye Mi kebingungan.